(i)
Cinta seperti hari terakhir di musim
kemarau
Pancaroba dating dengan hati yang
berubah tak tentu
Antara rela dan harap,
Keduanya sama-sama kurasakan sakit
Badai, hujan, dan angin yang bertiup
kencang
Rayap keluar sebagai laron yang mencari
tempat terang
Akupun basah dalam hujan
Di semesta dan pelupuk mata.
.
.
(ii)
Bersama rintik-rintik membumi
Kuselip rindu diantara rinai itu
Kepadamu yang misteri
Semoga..segala rasaku
Lekas bermuara di hatimu
Menggenang basahi tiap celah
Paling palung di kalbumu.
.
.
Hujan telah reda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar