Selasa, 26 November 2019

Penjara Rindu



Hasil gambar untuk ilustrasi penjara



Di dalam penjara rindu
Para pencuri hati
Menderita ditusuk-tusuk sunyi
Menyaksikan kegelapan menari bersama sepi
Berharap kehadiran cahaya temu
Untuk menerangi kegelisahan hati

Hawa dingin berebut masuk
Ke dalam tubuh para pencuri
Menyusuri segala luka-liku lesi
Para pencuri tak butuh selimut apapun
Mereka hanya butuh senyuman hangat
Dari sang Mahadewi

Sedangkan para adiksi cinta
Meraung-raung dengan memegang dada
Tak kuat lagi menahan rasa
Rasa candu atas obat-obatan canda
Yang telah lepas pada genggaman raga
Para adiksi berteriak
“Pindahkan aku ke tempat rehabilitasi rindu”

HUJAN


(i)
Cinta seperti hari terakhir di musim kemarau
Pancaroba dating dengan hati yang berubah tak tentu
Antara rela dan harap,
Keduanya sama-sama kurasakan sakit
Badai, hujan, dan angin yang bertiup kencang
Rayap keluar sebagai laron yang mencari tempat terang
Akupun basah dalam hujan
Di semesta dan pelupuk mata.
.
.
(ii)
Bersama rintik-rintik membumi
Kuselip rindu diantara rinai itu
Kepadamu yang misteri
Semoga..segala rasaku
Lekas bermuara di hatimu
Menggenang basahi tiap celah
Paling palung di kalbumu.
.
.
Hujan telah reda.